Saturday, October 16, 2010

70 Ribu Malaikat

Di bulan puasa yang baru berlalu aku menjenguk kawan yang menerita leukimia bersama Ari sahabat bersekolah di eSeMPe, Ari berucap, “Kalau menjenguk orang sakit gue semangat deh, soalnya ditemani 70 ribu malaikat”. Andai yang dikatakannya benar sekarang aku ditemani pula oleh 70 ribu malaikat dalam perjalanan menuju rumah bapak Ugi Suprapto guru olah raga Smandel selepas mengantar putriku kuliah.

Tidak harus terburu-buru waktu masih menunjukan pukul 08:46 sesuai yang tertera di puncak gedung di sisi kanan jalan tol lingkar luar arah Cikunir ketika aku memasuki gerbang tol Lenteng Agung.

Nggak sulit mencapai rumah pak Ugi, begitu keluar pintu tol Bintara lansung belok kiri, perempatan pertama belok kiri lagi masuk ke jalan Bintara Raya, perumahan Griya Bintara Indah di sebelah kiri bercokol persis sebelum Giant. Tetapi Giant harus aku lewati karena tujuan pertamaku rumah Rory, aku sampai pukul 09:31 Hendra sudah bertengger, Aji datang kemudian.

Aku duduk suguhanpun keluar berupa arem-arem dan martabak telor, wuih enak banget!. Tukang bakso dorong ketiban rejeki hanya saja rasanya kurang lekker.

Jam 11 sudah Hariyanto dan Iriani masih berputar-putar kesasar, akhirnya 11:37 semua termasuk Indrasari tiba di rumah pak Ugi, 37 menit meleset dari rencana. Rumah yang dihuni beliau bersama istri sejak 2005 walaupun mungil terkesan indah dan terpelihara.
Ahmad Himawan Di ruang makan rumah Pak uggy, bisa juga tuh main catur, kalau pos satpam penuh ha ha ha
Postur tubuh guru olah raga masih dimiliki beliau, “Kalau ngeliat badan saya kelihatannya sehat tapi saya harus cuci darah seminggu 2 kali, setiap Senin dan Kamis”, beliau bertutur. Pak Ugi menduga ramuan China yang dibeli saat pelesiran di Beijing penyebabnya, “Saya mengkonsumsinya 3 bulan, ramuan China kan keras ginjal saya nggak kuat”.

Sesekali pak Ugi batuk sambil menutup mulut dengan handuk putih kecil atau sapu tangan biru muda, “Setelah diperiksa paru-paru dan saluran pernafasan saya nggak apa-apa, dokter bilang karena terlalu sering transfusi (darah), orang-orang biasanya setahun sekali, saya (sejak 2009) sudah 7 kali tranfusi yang menyebabkan dinding jantung saya menebal 5 senti(meter), (klep) jantung saya juga sudah bocor. Sekarang saya harus menjaga (asupan) makanan supaya organ-organ lain nggak ikut rusak”. Kami turut prihatin mendengar beliau bercerita.

Kunjungan Kamis 13 Oktober, Emak Gepeng dan Oma Ira
Era Maria Retno Smoga Bp Ugi dibri kesembuhan,,Bp Guru yg rajin membina team basket & volley smndel,,sy jd ingat wkt bliau baru menikah & mbawa Ibu Ugi ke sma kita,,btapa indahnya kenangan,,wkt sdh brlalu 30 th ya,Tuhan Memberkati Bp/Ibu juga Bp/Ibu Guru kita semua
Ketika kami mengundang beliau untuk menonton pertandingan basket antara alumni Smandel melawan alumni SMAN 4 dalam waktu dekat, mata beliau terlihat berbinar seolah merasakan kembali berada di tengah-tengah anak didiknya, “Kalau nonton aja sih bisa .. ha ha ha ...., kapan? Nanti kasih tahu aja!”

Guru yang dicintai muridnya ini ternyata disayangi juga oleh sejawatnya terbukti beliau bersama ibu Salmah Bahweres dipilih secara aklamasi untuk menunaikan ibadah haji saat arisan haji guru Smandel pertama kali digelar di tahun 2003.


  • Rosana Harahap likes this.

    • Ahmad Himawan Haryanto, Irianie, Indrasari, Mahendra,Lusiaji, Chormen, Ira, Tri terima kasih telah mewakili silaturahmi smandel 81 dengan Pak Uggy yang 30 th terputus, GBU all.

    • Ady Rosdarmawan Thanks semuanya, sorry ada yg sakit jadi Gw hrs jaga d RS.

    • Hariyanto Putra kasihan wan seminggu 2 x cci darah...tapi semangat nya ttp hebat.... tidak pikun ..... daya ingat nya luar biasa ..

    • Rosana Harahap pak Uggy sekarang usianya berapa Har?


    • Ahmad Himawan ‎@ Ros, pokoknya di atas kita ( ...pasti sebel, ...garing pasti komennya )

    • Hariyanto Putra kalau ga salah 78 ..nan...dia sendiri jawab nya sambil b canda....ros...., gembira bgt..dia dikujungi.., istrinya lagi di pengajian tadi.......tinggal mencari jejak guru yg lain ros....tolong di info ya.?.. , kpn ..kita dtg/jumpa lagi...?............
Sebelum pamit kami berdoa bersama yang dipimpin oleh ustad Rory agar ujian kesehatan yang dialami oleh pak Ugi dapat meningkatkan keimanan beliau kepada Allah dan mendokan semoga Allah memberikan kesembuhan untuk bapak Ugi tercinta, amin.

“Wajah kalian semuanya berubah kecuali kamu”, mata pak Ugi mengarah kepadaku. Maksud beliau memiliki 2 arti. Pertama bisa diartikan sampai sekarang wajahku masih imut-imut atau yang kedua....... memang dari dulu wajahku sudah amit-amit, kayaknya yang pertama deh! Ya kan?.


Ade Nirmala, Very touchy story....! :)
Akmal N Basral, Pagi-pagi lagi nyusuri sungai Barito, dan keriuhan pasar terapung, sambil baca cerita om Chormen, asik sekali. Semoga makin banyak malaikat yang nemenin Om Chormen.

Tuesday, February 3, 2009

SAR

Sewaktu aku di kelas 1 satu yang paling menegangkan tentunya pelajaran bahasa Inggris, selalu sport jantung, vocabulary dalam student book harus dihafal. Walaupun hafal bukan berarti bisa menjadi anak kesayangan.

Seperti biasa bu Mariana masuk ke dalam kelas dengan bawaan yang cukup banyak dipelukan, padahal selama jam pelajaran nggak pernah sang bawaan dipergunakan, yang ada mulutnya yang tidak pernah diam untuk memberikan ketegangan.

Kali ini setelah masuk ke dalam kelas, belum lagi meletakan harta bendanya di atas meja, bu Mariana langsung menyentak.
“Chormen!”.
“Ya, bu”.
“Keluar”.
Akupun keluar dengan penuh pertanyaan di kepala, ada apa gerangan. Setelah pelajaran usai aku tanyakan kepada Aria teman sebangkuku, apa sih salahku.
“Nggak tau, bu Mariana gak bilang. Tapi enakan elo di luar, kita disini dimarahin melulu selama jam pelajaran. Bu Mariana perhatian kali sama elo”.

Lain lagi di kelas 3 IPA 4, bu Mariana selain mengajar bahasa Inggris juga menjadi wali kelasku. Kali ini setelah meletakan sang harta benda ibu guru menulis SAR di papan tulis, setelah itu.
“Chormen, tulis kepanjangannya”, sambil membentak.
Akupun menulis kepanjangan SAR di papan setelah itu kembali ke bangku.
“Eh............ siapa yang meyuruh kamu duduk”

Layaknya murid, eh wali murid yang taat kembalilah aku ke papan tulis sementara ibu Mariana sibuk memeriksa tugas dari bangku ke bangku, 5 menit berlalu ......., masih beliau sibuk memeriksa tugas sembari ngomel tak karuan. 10 menit berlalu.........
Usai memeriksa bu Mariana menghampiriku dan berkata, “Nah, sekarang baru kamu keluar”.

Di luar aku bertanya dalam hati bu Mariana barusan marah apa ngajakin bercanda ya?. Tak sengaja aku bertemu guru piket yang menanyakan keberadaanku di luar kelas. Aku jawab “Diusir bu Mariana pak”
Si guru piketpun tersenyum-senyum sendiri.

Sunday, December 14, 2008

Glep judulnya

Guru yang kurus tinggi berkacamata selalu bermotor Lambretta tua kalau ke sekolah bernama Sunyoto. Jika diperhatikan dengan seksama cat biru tuanya terdapat tarikan kuas yang rapih, mungkin dicat sendiri oleh beliau, maklum pak Sunyoto kan guru gambar. Di beberapa bagian cat yang terkelupas terlihat beberapa warna menandakan si Lambretta sudah berkali kali ganti warna. Mesinnya selalu tokcer dan terawat pantaslah kalau beliau juga menyandang guru mesin yang termasuk pelajaran pilihan.
Kelasku 2 IPA 8 kumpulan anak urakan, tapi kalau kompaknya jangan ditanya deh. Hampir setiap malam mingguan berombongan naik gunung walaupun itu kegiatan terlarang, bahkan pernah ngerayain ulang tahun teman satu kelas naik gunung (pertama di smandel, paling nggak itu kata Danar).
Di kelas ada stereo sound system bawaan teman (rasanya pertama juga di smandel), kali ini setelah memberi tugas pak Sunyoto mengijinkan untuk mendengarkan musik, lantas beliau meninggalkan ruangan.
Satu satu pada keluar nyari jajanan, lama lama tergoda juga iman. Aku beli gorengan tahu isi di kantin. Celakanya pas pak Sanyoto lewat di depan muka pas itu gorengan glep masuk ke dalam mulut.
Hasilnya di buku nilai di belakang namaku ditambah tulisan Makan, lengkapnya Chormen Makan, seolah Makan menjadi margaku.
Untungnya aku hanya mengangap ringan, pak Sunyoto baik pasti bukan guru pendendam. Aku jadi senang menggambar. Gambar proyeksi dan persektifku masuk hitungan, pak Amri yang juga guru gambar pasti membenarkan.
Kebetulan aku lewat kantor saat pak Sunyoto selesai memeriksa ujian menggambar, pak Amri menyapanya.
“Yang paling bagus Chormen ya?”
“Iya” jawab pak Sunyoto.
“Eh itu orangnya lewat”
Sumpah seneng banget dengernya, pingin buka baju deh, soalnya serasa jadi sempit.
Gara gara glep aku punya nilai menggambar 9 (sembilan) di atas ijazah SMA terbaik di Indonesia
(Pesan moral : waktu pelajaran jangan jajan gorengan tapi yang lain, biar nggak glep gitu loh!!)

Andai kau tahu ...

Guru kimia organik yang bernama ibu Diah paling pantang kalau saat beliau menerangkan ada yang tidak memperhatikan. Ibu guru ini punya kebiasaan melontarkan pertanyaan kepada murid yang berani menatap matanya, makanya setiap beliau mengajar semua murid selalu (berpura pura) memperhatikan papan tulis.
Oh iya kebiasaan lain di kelasku 3 IPA 4, kalau pertanyaan tidak bisa dijawab oleh teman-temanku akhirnya selalu dimuntahkan kepadaku. Untungnya sejauh ini bisa kuatasi.
Kali ini pertanyaannya sangat sukar, aku panik sekali, tanya kanan-kiri, depan-belakang, takut terkena muntahan pertanyaan, untungnya Eko yang Ketua OSIS tahu jawabannya, ditulisnya di secarik kertas untuk kupelajari.


Teman sebelahku berbisik bahwa bu Diah menatapku, artinya sudah saatnya pertanyaan itu jadi milikku. Beliau menunggu tatapanku sementara aku selalu menghindarinya, serasa pertempuran udara tengah berlangsung, bak dog-fight layaknya, bu Diah pemburu sedang aku mangsanya. Mataku menjelajah kemana mana lihat papan tulis, catatan, pura pura membetulkan bolpen, dll, sementara si pemburu berpegalaman berjalan di koridor kelas menanti dengan sabar, sampai akhirnya mataku tak sengaja menatapnya, aha, kena kau, mungkin begitu pikirnya.

“Iya ........ kamu” tatapannya yang tajam seolah mengancamku untuk segera menjawab.
Ceritanya bisa ditebak, aku bisa menjawab pertanyaannya, giliran bu Diah bingung sediri.
“Jadi heran, yang memperhatikan nggak mengerti, justru yang saat dijelaskan ngobrol sana sini mana matanya jelatan kesana kemari malah bisa” katanya.
Bu Diah, andai kau tahu .............................

Guruku, sahabatku

Saat di kelas 3 IPA 4 aku punya pemuja rahasia seorang cewek sangat muda sebut saja Bunga yang baru kelas 3 di salah satu SMP negeri di Jakarta Selatan, berawal dari telpon iseng aku isengin juga, akhirnya terus berlanjut dengan saling curhat. Bunga pernah melihat tampangku, kayak Franco Nero, katanya kalau gombalnya keluar, sedangkan aku belum tahu bentuk rupanya.

Aku cerita kepada sahabatku pak Didin yang juga guru biologi, katanya nggak apa apa punya pacar anak SMP yang penting aku harus bisa membimbing, so........ go get her lanjutnya memberi semangat.
Added 20 March ·  · 




    • Rosana Harahap aneka gaya beneran nih .... @Diah : ngapa'in tuh pake' .." au ooooo " begitu ... hehehehe
      20 March at 21:56 ·  ·  1 person

    • Luckman Djaya Kreshna baru mau nambahin comment...udah keduluan...
      20 March at 22:08 · 

Setiap pukul 5 sore pasti telpon rumahku berdering, nggak ada yang mau mengangkat, percuma mereka pikir pasti telpon dari Bunga untukku.Kalau ada yang mengangkat nggak lama kemudian pasti ada teriakan, "Meennn ..........! Bunga".

Hubungan kami serasa semakin dekat apalagi setelah Bunga bercerita bahwa dia hamil dan ingin tetap mempertahankan bayinya.
"Eh ... !!!! Nggak begitu caranya .....!!!! Menuduhku yang nggak-nggak ... ! Mana bisa perempuan hamil gara-gara telpon-telponan, nggak pernah belajar Biologi ya?"

Suatu sore datang pacarnya yang juga calon ayah si bayi ke rumahku, ternyata teman mainku saat kecil, ia meminta aku tidak berhubungan lagi dengan Bunga walaupun sekedar melalui telpon. Seminggu kemudian Bunga tidak pernah menghubungiku lagi.

Aku kehilangan sahabatku yang belum pernah kulihat, Bunga, tapi tidak dengan sahabatku pak Didin. Senang sekali punya guru yang juga sahabat, sayangnya adik kelasku banyak yang tidak mengenal beliau karena tak lama setelah aku lulus, guru ini wafat di usia muda.

Petuah beliau yang diucapkan di muka kelas dan kepadaku secara pribadi selalu kuingat, agar kita menjadi superitas sejati yang artinya kita berbuat biasa saja tetapi orang lain melihatnya luar biasa, bukan superitas semu yaitu kita merasa luar biasa, padahal orang lain melihatnya tak ada apa apanya.

Kalau kamu penasaran ingin tahu tampang aku waktu SMA yang kayak Franco Nero, si pemeran cowboy Django, seperti kata Bunga lihat aja poster di atas.
Kalau diperhatiin sih nggak mirip-mirip banget ................, masih gantengan aku dikit!



----------

Chormen, gw belum ngerti apa hubungan Bunga, Pak Didin, Franco Nero dengan Foto Didut lagi teriak, mohon penjelasan. (Himawan)

Hahaa...bisa aja Iwan bikin gw ketawa... Chormen, mustinya di crop aja tuh fotonya biar fokus ke wajahmu yg tampak samping seperti poster Franco Nero tea...hmm.. 
Makasih tulisannya ya Men, jadi tau mengenai pak Didin dan pesannya ttg superitas sejati... (Chalis)

Iwan,
Hehehehehe ...(numpang ketawa dulu nih) ... 
gunakan imajinasimu dong ah .... cari benang merahnya.
Chalis,
Lebih siipp lagi kalau foto Chormen tampak samping (yang jaman sma aja kalee) disandingkan dengan poster Franco Neronya... 
Biar skalian terlihat jelas (baca: terbukti)  kemiripan atau kelebihan gantengnya the O  ...  hehehhehe. (Rosana)

Chalis,
Masukan bagusnya akan ditampung oleh Chormen, setelah itu dikemanain sama Chrmen...nggak tau deh.
Rosana,
Udah dicari nih benang merahnya diwarung, dapet.....kesimpulannya tetep seperti yang udah-udah....Chormen..." Narsis " hihihi.
Piiis Bang Omen. (Himawan)

Kak Ana...kak Ana,...
Emang perlu daya imajinasi kuat banget, supaya wajah si Franko Nero berubah jadi si Chormen....perlu dibayangin proses yang terjadi, apa Franko Nero jatuh dari jurang, ketabrak bajaj, atau apa.... (Hernowo)

Hernowo,
Itu cita2nya Chormen. Tks sharing foto 3ipa4 nya. (AN)

Iya Wo..gw udah coba konsentrasi semaleman supaya berubah tapi yang muncul Ferangko ......peace man....( Wakwak Jfree)

Wkwkwkwkwkwkw... Paaas kaleee.. (Chairul)


Inget cerita ato ulasan/ artikel di koran, Men, khususnya untuk korban perkosaan biasanya nsama dirahasikan, maka dibilan gdi koran tsb, "sebut saja si Bunga namanya..."
Thx Men, pencerahan loe, masih ditiunggu kisah2 pemuja2 Franco Nero yang lainnya ye...
Sebenarnya gue pemuja loe juga Men, sayang waktu itu rumah gw belon punya tel, padahal pingin banget tel2an juga sama loe. Sebab gw gak mungkin hamil khan...? (Sulis)

Ati2 dah...
Klo telpon2nan bisa bikin hamil brarti yang cowo lebih mungkin lagi untuh hamil.
Ħέ:pĦέ:pĦέ:pĦέ:pĦέ:pĦέ:p. (Ekasakti)

hahaha... chormen, notesnya unyik-unyik (saking uniknya tuh),
gara-gara baca notes ini, jadi ingat waktu gue kelas 2 ipa 10 juga
punya secret admirer... anak kelas 6 SD!
well, nggak begitu secret sebenarnya, karena anak ini (meski badannya bongsor, tapi temen main adik gue) malah sempat bbrp kali kirim surat cintrong ke gue. Ya oloohhh... 
sayang gue nggak kenal pak didin buat curhat, men. (~a~)

Hehehehe..jadi karra punya kakak toh ? (Inka)

Jd smp skarang sdh terbayang terus ya. Suka muncul dlm mimpi, hehe (Toety Emmydiarty)

Ujungnya gimane? (Hayanto Hadiwijoto)

Kepala Sekolahku perhatian sekali


Aku hari ini giliran piket harus mengambil kapur di kantor, di luar kelas, 2 IPA 8 ,yang biasanya ramai kok kali ini sunyi senyap, saat aku keluar kelas langsung berhadapan dengan bu Hilma, pantas saja koridor sunyi.
Ibu Kepala Sekolah ini meminta penjelasan mengapa aku keluar kelas, dan meminta segera kembali setelah mengambil kapur.
Sebelum memasuki kelas bu Hilma menanyakan namaku, temanku satu kelas iba karena namaku dicatat Kepala Sekolah, padahal belum tentu maksudnya buruk kan?
Sejak itu setiap berpapasan dengannya aku selalu memberi salam dan tersenyum sebaliknya ibuku ini selalu berkata “Kamu pasti .....” ditambah dengan menyebut namaku dengan fasih. Bangga deh dikenal Kepala Sekolah.
Suatu saat di dalam jam pelajaran sekolah, melalui guru piket bu Hilma memanggilku, gempar satu kelas dibuatnya, ada apakah gerangan?
Rupanya ibuku ini memperhatikan prestasi belajarku yang sudah tidak gamang lagi dengan metode pembelajaran di sma, pembicaraan lain tidak perlu aku tuliskan, takut dibilang ujub. Senang ya punya Kepala Sekolah yang perhatian.
Ternyata aku dipanggil beliau tidak hanya sekali, kali kedua setelah bu Hilma mengetahui kelas kami akan mengadakan pertunjukan pada acara perpisahan kelas 3, drama musikal Mencari Tempat Berpijak judulnya.
Ibuku menawarkan pakaian koleksi sekolah yang berbagai model, ukuran dan warna supaya menghemat pengeluaran, objektifnya.
Ketika amanah tersebut kusampaikan kepada temanku, mereka terpeganggah
“Apaaaa ..........??? Kita manggung gaya diskoan pake kebaya ...???????????”.

Olah raga nggak karuan

Kegilaan kadang datangnya seketika, kali ini setelah senam bersama, pak Ugi meminta kami berolah raga bebas, perempuan menempati lapangan volly, yang laki lapangan basket, gerendengan muncul karena ada yang tidak kebagian, aku paling tak tahan dengan yang seperti ini. Kuajak semua masuk lapangan membuat 2 kelompok untuk bermain rugby Apadela (anak dua ipa delapan), biar lebih gila kelompok yang kebobolan pertama harus buka baju. Untungnya bukan kelompokku.
Pokoknya olah raganya norak banget, ada dorong dorongan, sikut sikutan, tarik tarikan, mana badan pada kurus dan tulang belulangnya pada kelihatan, tapi semuanya gembira.
Begitu bel istirahat berbunyi yang telanjang berlarian nyari baju, sambil teriakan lari ke kelas, takut malu dilihat kelas lain. Pak Ugi dikejauhan hanya geleng geleng kepala.
Brifing olah raga minggu berikutnya pak Ugi bilang kalau beliau senang kelasku kompak waktu olah raga walau nggak tahu olah raga apa yang dimainkan.
Perhatian beliau bertambah, saat try-out di BR beliau hadir dan saat class meeting memberi pengarahan tidak dari pinggir lapangan tapi di koridor tidak enak dilihat kelas lain katanya.
Pantas kan kelasku juara umum class meeting, pak Ugi sendiri yang turun tangan.